HOME OWNER CONTACTS FAQs FOLLOW DBOARD NEWER OLDER

#17 Done with Mid-Test
Saturday, 18 April 2015 - Permalink - 0 comment(s)

UTS SELESAAAAAAAAAIIIIII.

Gua. Amat. Sangat. Lega karena UTS sudah selesai. Artinya bisa bersantai-santai lagi. Bisa nonton Youtube seharian. Bisa selonjoran di kasur tanpa memegang kertas-kertas biadab berisi bahan ujian. Bisa megang handphone tanpa harus buka-buka PDF file yang isinya bahan ujian bekas download dari e-mail. Bisa apa aja tanpa memikul beban berat akan ujian.

Sebenarnya ga se-lebay itu juga, sih.

Karena pada kenyataannya, selama minggu UTS pun gua, seperti orang kebanyakkan, main handphone dan ga belajar buat ujian. Oke, gua belajar aslinya. Tapi entah kenapa gua paling ga bisa belajar siang hari. Gua pasti belajar sore ke malam, kayak jam 6 sore misalnya. Cara belajar gua juga unik. Sebelum berkutat sama lembar bahan materi, gua pemanasan dulu. Stretching, bahasa kerennya. Meregangkan otot? Putar kepala ke kiri-kanan biar pusing duluan sebelum belajar? Lompat sana lompat sini? Skipping? Lari di tempat selama 5 menit?

Ha, bukan.

Pemanasan sebelum belajar gua adalah buka handphone, klik Youtube, cari video Daehan Minguk Manse biar tambah semangat. Yak. Itu pemanasan paling menyegarkan karena biasanya mood gua bakal lebih rileks. Jadi bawaan gua pas belajar ga bakal bete stengah mati walaupun bahan materinya segudang. Bahan ujian paling banyak selama gua belajar adalah semua mata kuliah. Betul sekali. Kecuali mata kuliah umum (ISBD, Agama, KWN), tinggal beli soal di A+ kampus (semacam tempat fotokopi yang menjual buku hand-out dan bank soal ujian gitu). Sisanya untuk mata kuliah jurusan, gua terkapar tiap pulang selesai ujian.

Stress, apalagi yang ngasih kisi-kisi cuma 3 dari 7 Dosen. Sisanya cuma bisa menebak-nebak, atau menghafal semua materi. Tapi ga sebegitu parahnya juga, sih. Gua belajar keras kalau Dosen gua keras. Kalau Dosen gua nyantai, gua juga nyantai. Leadership, misalnya. Katanya sih Dosen gua pasti ngasih A. Tapi ga mungkin pegangan gua cuma itu, karena rumor ga memberi jaminan apa-apa lo bakal lulus atau engga. So, gua tetep belajar dari file yang Dosen gua kasih sebelum UTS. Dan gua menjawab soal UTS itu dengan menghabiskan 4 dari 5 lembar jawaban yang disediakan. Itu pun jawabannya ngarang semua lol. Kalau Psikologi Komunikasi, karena Dosen gua masih muda dan ga bisa ditipu dengan jawaban novel, maka gua belajar dengan giat dan menghabiskan 4 lembar jawaban tanpa mengarang.

Dan gua selalu bingung, kenapa tiap ujian pasti aja ada yang selesai dengan sangat kilat. Baru 15 menit ujian, ada yang udah keluar dan menyerahkan lembar jawabannya. Entah apa isinya, yang pasti sih gua langsung judge kalo dia ngerjain asal-asalan. Kalo gua, 15 menit sebelum waktu ujian habis baru selesai :") Kampret emang, kayaknya lain kali gua ga usah bikin novel selama UTS. Tangan gua mau putus rasanya.

Btw, gua potong rambut!!!! LAGI.

Tapi kali ini lebih pendek, sebahu lebih dikit ehehehe. Tapi sekarang udah panjangan lagi :"( Mungkin gua akan terus potong pendek segini, karena gua merasa lebih muda (???!!!) dengan potongan pendek sebahu. Ini potong rambut di tengah-tengah UTS, berharap dapet bagus semua berkat buang sial lol.

Tapi udah panjang lagi :((((((
----------

Omong-omong tadi gua sempat menyinggung soal Daehan, Minguk, Manse. Harusnya sih udah banyak yang tahu, ya, siapa mereka. Yak. Mereka adalah Song Triplets atau kembar tiga, putra-putra dari Song Ilkook dan Istrinya, yang gua sampai sekarang ga tahu siapa namanya. Mereka bertiga dan Ayahnya menjadi terkenal lewat partisipasinya di variety show Korea, The Return of Superman.

(From Left to Right)
Song Manse, Song Daehan, Song Minguk
They are such a jam. Gua selalu ga sabar menanti episode baru dari Superman Returns, salah satu alasan utamanya adalah mereka. Bukan berarti gua ga suka sama keluarga lainnya, seperti Lee Twins, Uhm Jion, dan Choo Sarang. But they left me something special about them, and makes me love them very much. Gua selalu terharu bagaimana Song Ilkook ini selalu berusaha menjadi Ayah terbaik buat ketiga putranya. Dan cara dia mendidik anak-anaknya sangat patut untuk dicontoh. He is the best Dad ever, after my Dad of course hahaha.

Kalau gua boleh berharap, gua pengen banget nanti pas menikah, suami gua akan menjadi Ayah sepert Song Ilkook. Dia ga memanjakan ketiga anaknya dengan mainan berlimpah, walau uangnya banyak. Dia lebih suka bersepeda bersama, yang biasanya kita sebut Song Piercer.

Song Piercer~
Selain sehat, juga untuk program diet Song Ilkook hahahaha. Dan dia membagi kasih sayang kepada ketiga putranya sama rata, yang selalu bikin gua senyum-senyum sok bangga gitu. Dia juga masih suka mendongeng untuk Song Triplets sebelum tidur, atau sesudah sarapan pagi. Ketegasan dia juga bisa dilihat saat salah satu, dua, atau tiga dari mereka bertiga (lol) nakal dan berbuat ulah. Song Ilkook bakalan nyuruh mereka berdamai, pelukan, lalu cium satu sama lain. Mereka bertiga sama sekali ga dimanjain, dan akhirnya bisa dilihat Song Triplets cukup dewasa di usia mereka yang masih balita. Tiga-tiganya sangat perhatian akan satu sama lain, apalagi tingkah kocak mereka yang bikin gua geleng-geleng kepala. Pasti bahagia punya kembar tiga, tapi gua mungkin akan lebih memilih kembar dua.

Lahirin-nya, woi. Proses lahirannya!!!

Makanya gua salut banget sama keluarga ini. I pray to God so my future family will be as cool as them. Ditambah suami secakep Song Ilkook pastinya, HUEHEHE.

Labels: , , ,