HOME OWNER CONTACTS FAQs FOLLOW DBOARD NEWER OLDER

#5 FanFiction: A World Cup Bet
Thursday, 24 July 2014 - Permalink - 0 comment(s)

Hanjer, akhirnya bikin fanfic lagi setelah sekian lama :") Yah, lagi mati kutu banget, liburan di rumah doang otl. Well siapapun yang baca, happy reading lah.

Casts: Cho Kyuhyun, Park Min Ah (Mina)
Genre: Romance, One-Shot

~~~~~~

Author POV

Beep beep

Getaran ponsel milik Mina membuyarkan konsentrasinya yang sedang membaca novel.  Satu pesan masuk KakaoTalk. Namun gadis itu lebih memilih untuk tak menghiraukannya dan memperbaiki posisi bacanya agar lebih nyaman.

Beep beep
..Beep beep
...Beep beep.

Memutar bola matanya, Ia pun
menyambar ponselnya dan membaca KakaoTalk yang masuk.

Arrogant Cho: Oi

Ah, aku tahu.

Singkirkan bukumu

Ya! Jawab pesanku!

Mina hanya menatap sinis ke layar ponselnya, “Kalau sudah tahu aku sedang membaca, kenapa masih saja ngotot?” Gumamnya sambil mengetik pesan balasan.

Mina Park Apa? Berisik sekali.

Arrogant Cho Ke apartemenku. Sekarang.

Mina Park Kau kenapa? Tidak enak badan?

Arrogant Cho Tidak. Sudahlah, cepat pergi ke apartemenku. Jangan lupa bawa piyamamu dan baju ganti. Kau menginap.

Tersedak, Mina melebarkan matanya terkejut membaca sederet kalimat pesan yang baru saja masuk dari kekasihnya. Menginap? Di apartemen seorang pria?! Hanya berdua?!

Mina Park Ya! Kau memang kekasihku, tapi kita belum sah! Aku tidak mau.

Arrogant Cho Jangan berpikir yang aneh-aneh. Kau kusuruh menginap untuk menonton world cup final bersama. Aku sudah meminta izin Ibu dan Ayahmu.

Mina Park Kau menggunakan rayuan macam apalagi?

Arrogant Cho Kau akan tahu setelah tiba di sini. Kemasi barang-barangmu. Ppali.

Mina Park Ya, ya, ya. 45 menit.

Agak terheran-heran, mengapa Kyuhyun justru meminta dirinya untuk menonton bersama? Bukankah member Super Junior lainnya juga menyukai sepak bola? Mina memang menyukai sepak bola, namun hanya sebatas mendukung pemain yang berwajah tampan.

Setelah mengemasi pakaiannya dalam satu backpack berukuran medium, Mina segera mengambil kunci mobilnya, dan tak lupa berpamitan kepada orang tuanya.

“Sampai terjadi sesuatu, kami tak segan-segan akan menikahkan kalian saat itu juga.” Pesan Ayahnya, terdengar sarkastik.

Mendelik ngeri, Mina hanya mengangguk, “Ne, Appa. Lagipula, kalaupun Kyuhyun macam-macam, aku akan membunuhnya. Baiklah, aku pergi dulu.” Balasnya ringan lalu melenggang keluar pintu dan berangkat menuju apartemen Kyuhyun.

~~~~~

“Sangat tak sabar ingin menginap, ya? Kau hanya menghabiskan waktu kurang dari 30 menit.” Sapa Kyuhyun ketika membukakan pintu untuk Mina.

“Aku membawa mobil, bodoh. Kau sendiri yang melarangku untuk menggunakan bus umum,” balas Mina sambil meletakkan backpacknya di ruang tengah.

Memang bukan yang pertama kalinya Mina menginap di rumah kekasihnya, namun kali ini Ia merasa aneh. Sebelumnya, Mina menginap karena Kyuhyun sakit, namun ini pertama kalinya Ia menginap karena ‘diundang’. Tentu saja ada sedikit hawa kecanggungan.

“Mau minum apa?” Tawar Kyuhyun membuyarkan lamunan Mina.
“Air mineral saja.”

Tak lama Kyuhyun kembali dan membawa segelas air mineral dan cemilan, lalu duduk di samping Mina. Suara televisi yang menyala tidak cukup menghilangkan keheningan di antara keduanya.

“Sekarang, jawab pertanyaanku sebelumnya,” timpal Mina memecah keheningan.

“Aku tidak merayu Ibumu. Aku hanya sekali bertanya melalui telepon dan Ia menyetujuinya langsung.” Jawab Kyuhyun seadanya.

“Apa? Tidak mungkin! Bagaimana dengan Appa?”

“Ayahmu juga menyetujuinya, kok. Bedanya aku sempat mengatakan ‘Saya akan bertanggung jawab penuh bila terjadi sesuatu terhadap putri Anda’. Begitu,” canda Kyuhyun yang langsung dilempar bantal oleh Mina.

“Ya! Tingkat kemesumanmu sangat kronis, aku pulang!” Mina pun langsung dicegat oleh Kyuhyun yang telah melingkari kedua lengannya di pinggul Mina. Kyuhyun pun menenggelamkan kepalanya di bahu Mina sambil membuang nafasnya panjang.

“Maaf, aku hanya bercanda. Aku bosan. Hyung-deul sibuk dengan urusan mereka masing-masing, tidak ada yang mau kuajak menonton world cup bersama.”

Mina pun hanya melirik Kyuhyun yang masih betah bermanja-manja di bahunya. Menghembuskan nafas ringan, Mina pun mengelus rambut halus kecoklatannya dan bergumam, “Bocah malang.”

Kyuhyun tak menghiraukan gurauan Mina dan lebih memilih mengeratkan pelukannya. Bersandar di bahu Mina membuatnya mudah mengantuk, entah kenapa. Baguslah, Ia bisa tidur sejenak sambil menunggu pertandingan pukul 4 pagi nanti.

“Aku mengantuk. Kita tidur seperti ini saja, ya. Bangunkan aku pukul 3.” Perintah Kyuhyun seraya memposisikan kepalanya di paha Mina, lalu memejamkan matanya dan mulai terlelap.

Sambil mengulum senyum, “Hmm, selamat malam.” Walaupun masih bisa dibilang senja. Tak lama, Ia pun juga ikut memejamkan matanya.

~~~~~

Terjaga akan suara berisik entah dari mana, Mina pun segera membuka matanya dan melihat ke sekeliling. Kyuhyun sedang memasak, batinnya. Terdengar suara mendidih dan pisau yang sedang memotong entah apa. Merenggangkan tubuh, gadis itu menyusul kekasihnya yang sibuk di dapur.

“Bukankah aku yang seharusnya membangunkanmu dan menyiapkan makanan?” Sahut Mina dari belakang.

Kyuhyun menoleh dan hanya tersinyum simpul, kembali melanjutkan kegiatannya memotong daging. Tak ingin berdiam diri saja, Ia segera mengambil apron di lemari yang sudah sangat dihafalnya dan mulai mendekati pria itu.

“Sini, aku saja yang memotong. Kau urus panci itu.”

“Tidak, kau matikan kompornya dan diam di meja makan.”

“Eish, aku sudah memakai apron. Sudahlah, berikan pisau itu padaku.” Sergahnya dan mengambil paksa pisau yang tadi dipegang Kyuhyun. Kyuhyun hanya mendesis pelan dan membiarkan gadisnya melakukan sesuka hatinya.

“Omong-omong, Argentina atau Jerman?” Celoteh Mina, masih sambil memotong.

“Argentina. Kau?”

“Tepat sekali. Jerman.”

“Apanya yang tepat?”

“Tepat karena kita bisa memulai sebuah taruhan. Ayo taruhan. Jika Jerman menang, kau harus mengizinkan-ku naik bus umum dan tidak lagi menghamburkan uangmu untukku.”>

“Enak saja, yang lain. Selamanya kau tidak boleh naik kendaraan sialan itu. Kau pernah kehilangan dompet, ponsel, dan laptopmu karena bus!”

“Itu karena kecerobohanku, demi Tuhan. Lagipula, kan, aku yang kehilangan, kenapa kau yang repot?”

“Keperluanmu juga keperluanku. Kau tidak trauma sedikit pun? Benar-benar.” Desis Kyuhyun sebal, sambil mengambil daging yang telah selesai dipotong dan memasukkan ke dalam panci sup.

“Trauma? Tidak sedikitpun. Dan kau sendiri, memangnya apa yang kau inginkan dariku jika Argentina menang?”

Kyuhyun berpikir sejenak, tidak melepas pandangannya dari Mina. Beberapa detik kemudian, Ia menyeringai lebar, “Kalau Argentina menang, kau harus tinggal di apartemen ini selama 1 bulan penuh. Kau juga harus menuruti keinginanku selama 1 bulan itu, tidak ada pembantahan sedikit pun,” jelas Kyuhyun panjang lebar.

Mina mendelik ke arah Kyuhyun dan memasang wajah cemberut. Tentu saja, ciri khas Arrogant Cho, batin Mina.

“Baiklah,” jawabnya setelah jeda yang cukup lama, sambil menyiapkan peralatan makan. Kyuhyun menatap lekat Mina, terkejut.

“Kau menerimanya? Serius?”

Yup. Atau kau ingin taruhan kita batal?”

“Tidak! Taruhan tetap taruhan.”

Deal. Jangan lupa, jika Jerman menang, kau harus menuruti keinginanku tadi.”

Deal.”

Mereka pun menyantap makan malam mereka.

~~~~~

Pertandingan Final antara Argentina dan Jerman telah berlalu hingga full time. Namun masing-masing kubu belum sekalipun mencetak gol. Kyuhyun dan Mina semakin penuh antisipasi, lantaran ketatnya pertandingan kali ini.

“Harus kuakui, pertahanan Argentina ketat sekali. Tentu saja Jerman tidak bisa membobol gawang mereka, setiap defense, satu tim maju,” keluh Mina.

“Jerman memang memiliki banyak peluang, mereka punya good passing seperti biasa. Tapi, yah, tentu saja, Argentina tidak semudah yang kau bayangkan,” berbeda dengan Mina, Kyuhyun meninggikan jagoannya.

“Aku harap Neuer kembali berbuat gila, misalnya meninju kepala pemain Argentina saat menghadang bola di luar kotak penalti.”

“Ya, itu pelanggaran!”

Mina tidak merespon, kembali fokus menatap layar kaca yang memperlihatkan kedua kubu yang sedang berkumpul menyusun strategi. Extra time 30 menit akan ditambahkan, dan Mina kembali berdoa agar salah satu pemain Jerman mencetak satu gol. Lain halnya dengan Kyuhyun, Ia tampak bersantai ria dan optimis bahwa Argentina akan menang.

“Seandainya ada Marco Reus, pasti Argentina sudah dibantai,” gumam Mina, menyindir Kyuhyun.

“Messi itu pemain terhandal, tidak ada yang bisa menandinginya,” bantah Kyuhyun.

105 menit telah berlalu, Jerman maupun Argentina masih belum mencetak satu gol pun. Kyuhyun dan Mina mulai frustasi.

“Ugh, aku tidak mau final ini berakhir dengan penalti.”

“Kenapa? Kau takut Neuer tidak bisa menghadang tendangan penalti Argentina?” Kekeh Kyuhyun.

“Bukan. Kalaupun Jerman menang, aku tidak akan bangga karena menang atas tendangan penalti,” jelas Mina, jujur.

Kyuhyun pun menatap ke arah gadisnya dan tersenyum kecil.

Babak kedua extra time telah dimulai. Baik Kyuhyun maupun Mina hanya membisu menyaksikan babak paling terakhir ini. Mina terlihat lebih fokus menatap layar, sedangkan Kyuhyun mulai menggigit jarinya, ngeri jika Jerman menang.

Tak lama, Mario Goeze, pemain asal Jerman berhasil mencetak gol. Kedudukan akhirnya berubah menjadi 1 – 0 atas Jerman.

“AAAAAAAAHHHH! YA TUHAN, YA TUHAN!! JERMAN MENANG, YA TUHAN” Teriak Mina sambil berdiri, matanya terlihat berkaca-kaca terharu.

Sedangkan pria di sebelahnya hampir mematahkan salah satu jarinya dengan giginya sendiri.

Pertandingan berakhir. Tidak ada babak penalti, Jerman berhasil menjuarai World Cup 2014 dengan skor 1 – 0. Terlihat pemain Argentina yang kecewa, bahkan ada menangis. Seperti yang dialami Kyuhyun saat ini. Kecewa, tidak menangis, dan kesal luar biasa.

Bertolak belakang dengan Mina, gadis itu sedang melompat-lompat di atas sofa empuk milik Kyuhyun dan berteriak-teriak kegirangan. Setelah puas merayakan sendiri kemenangan Jerman, Ia kembali duduk di samping Kyuhyun dan menyeringai lebar.

“Mulai detik ini, aku boleh naik bus umum, dan kau tidak boleh menghamburkan uangmu untukku dengan membeli hal-hal yang tidak perlu,” celoteh Mina sambil bersiul senang.

Kyuhyun yang sedari tadi hanya berdiam diri dan memasang wajah cemberut, akhirnya merespon, “Tidak. Persetan dengan taruhan itu. Kalau kau naik bus umum lagi, aku akan menyewa bodyguard untukmu selama 24 jam penuh!” Ancam Kyuhyun, terlihat tidak main-main.

“Ya! Kita sudah sepakat tadi!” Sekarang, giliran Mina yang cemberut habis-habisan.

“Persetan. Setelah kau kehilangan barang-barang berhargamu, kau ingin kehilangan apa lagi? Sekarang banyak pelecehan terjadi di dalam kendaraan umum, termasuk bus! Kau pikir aku rela membiarkanmu dilecehkan oleh pria-pria brengsek di luar sana?!”

Kyuhyun yang terlihat marah pun sukses membuat Mina terdiam seribu bahasa. Ada keinginan untuk membantah, lantaran bus umum sudah lebih aman dan terpasang CCTV. Namun melihat kekhawatiran Kyuhyun terhadapnya membuat hatinya bergejolak oleh rasa haru.

Mendesah pelan, “Baiklah. Tapi aku tidak ingin kau membelikanku hal-hal yang tidak perlu. Lemariku sudah penuh oleh baju-baju darimu. Sebaiknya kau tabung untuk anak kita kelak,” ujar Mina asal, yang membuat Kyuhyun terpancing.

“Oh, jadi kau menginginkan anak?” Seringai lebar tertampang jelas di wajah mesum Kyuhyun.

“Huh? Tidak! Kan kubilang ‘kelak’, belum tentu kita akan menikah, kan?”

“Kau tidak ingin menikah denganku?” Seringai lebarnya tadi berganti dengan raut muram.

"B-bukan seperti itu… Maksudku…”

“Oke, kita menikah minggu depan!”

“Ya!”


FIN

Labels: , , ,